“Dunia AIDS” -
Apakah Anda Termasuk Didalamnya?
Tak
asing lagi di benak kita tentang AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome).
Ya, sindrom cacat kekebalan tubuh yang ditularkan oleh seseorang ke orang lain
yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) ini berdampak
buruk pada sistem kekebalan tubuh yang membuat sistem imun perlahan-lahan
menjadi rusak,dan rentan terkena penyakit kanker. Ribuan orang, bahkan jutaan
orang yang telah hidup berdampingan dengan penyakit mematikan itu. Hingga saat
ini, penyakit AIDS menjadi momok menakutkan dan terus meminta korban bagi siapa
aja yang telah memasuki gejala virus HIV tersebut.
Banyak
orang mengira, mungkin anda adalah satu diantara orang-orang tersebut bahwa
virus HIV menular melalui gigitan nyamuk, berpelukan, berciuman, berdansa atau
berjabat tangan dengan seseorang yang terinfeksi HIV atau AIDS. Padahal virus
HIV ini tidak akan menular melalui tindakan-tindakan tersebut, hanya saja
banyak orang yang tidak mengetahui hal ini. Sehingga seseorang yang memiliki
hubungan pertemanan dengan orang yang mengidap penyakit AIDS menjadi takut dan
menjauh dari pengidap penyakit tersebut, agar virus HIV tidak menular ke diri
mereka. Sebaiknya hal itu tidak dilakukan, agar orang yang mengidap penyakit
tersebut tidak merasa terkucilkan oleh tindakan kita.
Sebenarnya,
virus HIV menular melalui hubungan seks
kelamin, hubungan seks oral, hubungan seks melalui anus, transfusi darah, penggunaan jarum suntik secara bergantian, dan ASI yang diberikan oleh ibu pengidap AIDS. Jika virus HIV telah
masuk ke tubuh seseorang, baru beberapa
tahun kemudian virus ini akan mulai menyerang sistem kekebalan tubuh pada sel
darah putih. Kekebalan tubuh seseorang yang terinfeksi HIV biasanya akan terus
menurun dan kemudian hilang dalam kurun waktu sekitar 5 sampai 10 tahun. Pada
saat itulah ciri-ciri seseorang yang terkena HIV baru muncul, seperti kondisi
fisik yang menurun, mengalami diare berkepanjangan, munculnya panas tinggi yang
tak kunjung sembuh, lalu diikuti dengan bercak-bercak kemerahan, serta batuk
berkepanjangan. Setelah kekebalan tubuh seseorang hilang, maka penyakit akan
mudah menempel pada orang tersebut. Penyakit akan terus menerus hinggap, sampai
suatu saat muncul penyakit yang benar-benar berbahaya yang kemudian akan
mengakibatkan kematian.
Menyeramkan
bukan? Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi HIV dan
penyembuh untuk AIDS. Hanya menjaga kesehatan dan lindungi diri anda dari
faktor-faktor resiko adalah jalan terbaik untuk mencegah penularan penyakt HIV
di lingkungan sekitar anda. Selain itu, untuk mencegah penularan penyakit yang
disebabkan oleh virus HIV ini dapat dilakukan dengan penggunaan kondom saat
melakukan hubungan seksual. Perlu diingat, bahwa hubungan ini dilakukan setelah
nikah. Jadi “NO SEKS”! Sebelum menikah. Jika pasangan anda hamil, beritahukan
bahwa anda mengidap HIV dan lakukan perawatan untuk menjaga kesehatannya dan
bayi yang dikandungnya. Jangan mendonorkan darah atau organ anda pada orang
lain karena itu dapat menularkan virus tersebut. Terapkanlah bahwa penggunaan
jarum suntik hanya sekali pakai. Ingat! NO DRUGS adalah kunci selanjutnya untuk
mencegah penyakit ini. Dan tak lupa, untuk setia pada satu pasangan yang
benar-benar anda cintai dan anda sayangi.
Apakah anda adalah satu diantara jutaan orang
pengidap penyakit AIDS itu? Atau sebaliknya? Anda adalah satu dari jutaan orang
yang berusaha mencegah agar penularan penyakit AIDS itu..



1 komentar:
Bagus (y)
Posting Komentar